Gue udah lima tahun jadi freelancer. Awal-awal, gue pikir enak banget bisa kerja pakai kaus oblong sambil rebahan. Ternyata tiga bulan pertama, badan gue remuk. Punggung pegel, mata perih, dan yang paling parah: gue gampang banget kena flu. Padahal dulu waktu masih kerja kantoran, gue jarang sakit.
Waktu itu gue bingung. Kok bisa ya kerja di rumah malah bikin badan drop? Setelah gue ngobrol sama teman-teman sesama freelancer, ternyata bukan cuma gue yang ngalamin. Hampir semua ngerasain hal serupa. Jadi gue mulai riset kecil-kecilan, coba berbagai kebiasaan, dan catat mana yang beneran ngefek.
Nah, artikel ini gue tulis buat kamu yang mungkin lagi di fase sama: kerja remote, jam kerja kacau, dan badan mulai protes. Ini checklist-nya. Gak perlu semuanya langsung kamu jalanin. Pilih dua atau tiga dulu, konsisten seminggu, baru tambah lagi.
Kenapa Freelancer Lebih Rawan Badan Drop?
Sebelum masuk checklist, gue mau bahas dulu kenapa sih kita ini kelompok yang rawan. Jawabannya simpel: kita gak punya struktur. Di kantor, ada jam istirahat, ada teman yang ngajak makan siang, ada batas jelas kapan pulang. Di rumah? Semuanya abu-abu.
Gue pernah suatu hari mulai kerja jam 9 pagi, dan baru sadar jam 4 sore belum makan sama sekali. Cuma kopi dan rokok. Itu hari paling parah. Setelah itu gue sadar, kebiasaan kecil yang kelihatan sepele justru yang paling ngaruh ke kesehatan kita.
Kerja dari rumah itu bukan soal disiplin kerja, tapi soal disiplin hidup. Dua hal yang beda banget.
Checklist Kebiasaan Kecil yang Beneran Ngefek
Oke, ini dia daftarnya. Gue susun berdasarkan pengalaman pribadi plus obrolan sama teman-teman freelancer lain. Gak ada yang ribet, semua bisa mulai hari ini.
A. Soal Waktu dan Rutinitas
- Pasang alarm buat bangun di jam yang sama tiap hari. Ini kelihatan basic, tapi efeknya gede. Tubuh kita suka ritme. Kalau jam bangunnya acak, metabolisme juga jadi acak. Gue dulu sering bangun jam 6, besoknya jam 9, besoknya jam 11. Hasilnya? Gampang lelah seharian.
- Tentukan jam "tutup laptop". Freelancer sering kerja sampai malam karena merasa "kan besok bisa santai". Padahal besok tetap kerja. Akhirnya gak ada hari libur beneran. Coba tentukan jam berhenti, misal jam 7 malam. Setelah itu, laptop ditutup. Titik.
- Jangan skip sarapan, tapi jangan juga berat. Sarapan berat bikin ngantuk. Sarapan kosong bikin lemas. Gue biasanya makan pisang plus telur rebus, atau oatmeal. Cukup sampai jam makan siang.
B. Soal Tubuh dan Gerakan
- Berdiri tiap 45 menit. Ini yang paling gue rasain manfaatnya. Dulu gue bisa duduk 4 jam nonstop. Sekarang gue pasang timer. Tiap 45 menit, berdiri, jalan ke dapur, minum air, balik lagi. Punggung gue jauh lebih enak.
- Investasi kursi yang bener. Ini agak keluar duit, tapi worth it. Kursi kantor murah yang gak ada sandaran pinggang bikin sakit punggung jangka panjang. Kalau budget mepet, minimal kasih bantal kecil di punggung bawah.
- Jalan kaki 15 menit di luar rumah. Bukan olahraga berat. Cukup jalan santai keliling komplek. Fungsinya bukan buat bakar kalori, tapi buat ngasih mata istirahat dari layar dan ngasih otak udara segar. Gue sering dapat ide tulisan justru pas lagi jalan ini.
C. Soal Makan dan Minum
- Siapkan air minum di meja, bukan di dapur. Ini trik psikologis sederhana. Kalau air ada di depan mata, kita minum lebih sering. Kalau harus jalan ke dapur dulu, kita malas. Gue sekarang selalu ada botol 1 liter di meja kerja.
- Stok camilan sehat yang gampang dijangkau. Kacang almond, buah potong, atau yogurt. Kalau di lemari cuma ada keripik dan biskuit, ya itu yang dimakan. Lingkungan ngaruh banget ke pilihan makan.
- Batasi kopi maksimal dua gelas sehari. Gue dulu bisa empat gelas. Jantung berdebar, tidur gak nyenyak, besoknya lemas. Sekarang gue batasi dua gelas, dan gak minum kopi setelah jam 2 siang. Tidur gue jauh lebih pulas.
Yang Sering Ditanyakan Teman-Teman Freelancer
Gue sering dapat pertanyaan yang mirip-mirip dari teman yang baru mulai freelancing. Jadi gue rangkum di sini.
"Gue gak punya waktu buat olahraga, gimana?" Gak perlu olahraga berat. Yang penting gerak. Naik tangga instead of lift, jalan kaki ke warung, atau stretching 5 menit di sela kerja. Yang penting konsisten, bukan intensitas.
"Kalau lagi banyak deadline, semua kebiasaan ini jadi berantakan. Gimana?" Ini normal. Gue juga gitu. Tapi minimal pertahankan satu: tidur cukup. Kalau tidur cukup, badan masih bisa diajak kompromi. Kalau tidur kurang, semuanya ambruk.
"Suplemen perlu gak sih?" Menurut gue, makanan dulu yang dibenerin. Suplemen itu pelengkap, bukan pengganti. Kecuali kamu punya kondisi tertentu, konsultasi ke dokter dulu.
Mulai dari Mana?
Kalau kamu bingung mau mulai dari mana, gue saranin tiga ini dulu: pasang alarm bangun yang konsisten, taruh botol air di meja, dan berdiri tiap 45 menit. Tiga ini paling gampang dan efeknya paling cepet kerasa.
Setelah seminggu, baru tambah kebiasaan lain. Jangan langsung semua. Otak kita gak bisa handle banyak perubahan sekaligus. Gue sendiri butuh hampir setahun buat benar-benar konsisten dengan semua checklist di atas. Dan masih sering bolong juga, kok. Gak apa-apa. Yang penting balik lagi ke jalur.
Intinya, jadi freelancer itu bukan cuma soal cari klien dan jaga produktivitas. Justru yang paling sering dilupakan adalah jaga badan sendiri. Karena kalau badan drop, semua kerjaan juga ikut drop. Gak ada klien yang mau nunggu kita sakit seminggu.
Jadi, mulai hari ini. Pilih satu. Lakuin. Besok tambah satu lagi. Badan kamu bakal berterima kasih, dan dompet kamu juga ikut senang karena gak perlu bolak-balik ke dokter.
===AKHIR===